<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8685104</id><updated>2011-04-21T12:12:29.909-07:00</updated><title type='text'>.: TENTANG MESIR :.</title><subtitle type='html'>.:Argumentatif...dan informatif:.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pianmesir.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pianmesir.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pian Sopian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16782940292070443290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8685104.post-113252816313976508</id><published>2005-11-20T14:40:00.000-08:00</published><updated>2005-11-20T20:25:17.016-08:00</updated><title type='text'>Siliwagi VS Rusia</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;ah teu sawios-wios kawon oge anu penting mah gaduh pangalaman, kangge picarioseun ka indung barudak&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang bukan suatu yang harus di sembunyikan dan bukan hal yang mesti diratapi, kekalahan team Volly siliwangi oleh team Rusia merupakan pengalaman dan pelajaran yg paling berharga bagi eksistensi team Volly Siliwangi sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami membusungkan dada pada musim panas kemarin, karena telah mengalahkan team Volly Afganistan, akhirnya kami sekarang harus berlutut di bawah kekuatan team Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang Bukan main kekutan team mereka ini, skill individu team mereka memang Ok.&lt;br /&gt;ditambah lagi ada dua pemain yang memiliki postur tubuh "bareudeugul" (tinggi+besar), tangan besar..kalau dibandingkan mungkin 1 berbanding 3 besar tangan yang aku miliki. So pasti..smess-an mereka itu membuat kami kesulitan untuk membendungnya. dan kami berusaha berlindung, supaya bola yang mereka smess tidak hinggap di kepala kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pokonya...ketika saya selesai bertanding dengan team Rusia ini, saya jadi teringat pada teman-teman Volly senior saya yang ada di kampung, seperti "si Bo'ah", " si Olay", "Si dawet"..kalau lah mereka ini mahasiswa Al-azhar...!" mungkin mereka akan memperkuat team siliwangi untuk mengalahkan team Rusia. (tapi itu tidak mungkin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...Sudah lah....!!&lt;br /&gt;Kuakui kekuatan teammu Wahai rusiyii...n!&lt;br /&gt;Mabruk lah....telah mengalahkan team siliwangi..."&lt;br /&gt;Dan tunggu...!! suatu saat mungkin team siliwangi yang akan mengalahkan team Rusia. (semoga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;NB : Team Siliwangi adalah team Bola Volly yang anggotanya orang jawa Barat yang sedang kuliah di al-Azhar, mesir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8685104-113252816313976508?l=pianmesir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pianmesir.blogspot.com/feeds/113252816313976508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8685104&amp;postID=113252816313976508' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/113252816313976508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/113252816313976508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pianmesir.blogspot.com/2005/11/siliwagi-vs-rusia.html' title='Siliwagi VS Rusia'/><author><name>Pian Sopian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16782940292070443290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8685104.post-110695651987730128</id><published>2005-01-28T15:51:00.000-08:00</published><updated>2005-08-25T21:19:52.850-07:00</updated><title type='text'>Aku Dan Mesir</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Al-hamdulillah, mungkin kata inilah yang layak saya ucapkan ketika kaki saya sudah bisa menginjakan pasisir Mesir, rasa bangga dan haru bersatu ketika mataku ter-arah pada bangunan yang bercorak tradisional khas budaya Mesir.Apalagi ketika badan berdimpitan dengan penduduk setempat yg gede-gede dan tinggi-tinggi ketika sedang merapatkan barisan untuk menyempurnakan shalat berjamaah, rasa bangga dan terharu aku rasakan saat itu, apalagi ditambah dengan bacaan imam setelah membaca surat al-fatihah, yang kebanyakan semua bacaan yang dibaca imam itu terasa asing di telingaku, malah bukan telinga aja yang merasa asing, sampai kakipun rasanya memerlukan adaptasi untuk bisa membiasakan shalat bersama mereka. Pokoke...bener-bener di luar dugaan aku bisa seperti ini, gak tersirat dalam benaku dulu, bahwasanya aku bisa melanjutkan kuliah di negri ini dan bisa berdomisili sementara di negri para nabi ini. Dilihat dari kemampuan intelektual, kayaknya biasa-biasa aja, dilihat dari pinansial, biasa-biasa juga...tapi...disinilah janji allah terbukti, karena allah telah menjanjikan pada hambanya "bagi siapa saja yang berjuang dijalanNya, allah pasti akan memberikan beberapa jalan untuk mencapai tujuan hambanya itu"(intisari surat al-ankabut ayat 69).Niatku untuk melanjutkan kuliah di al-azhar ini hanya tertanam ketika aku berada di kelas tiga mu'alimin, yaitu tingkat terakhir di pesantrenku. waktu yg hanya setahun itu aku manfaatkan untuk menggapai keinginan ini. walaupun pada perjalanan untuk menempuh cita-cita ini aku banyak mendapat kepesimisan, kepesimisan internal dan eksternal banyak merongrong menggerogoti niatku semula, tapi alhamdulillah dengan azam yang kuat dan meyakini bahwasanya Allah akan memberikan yang terbaik pada hambanya, akhirnya akupun bisa menggapai cita-cita ini, puji syukur pada pemilik segala plening atas kesesuaian kainginanku dan kehendakNYA. sekarang...cita-cita pertamaku telah terlaksana, sungguh berat menunaikan amanah ini, estapeta pleningku sekarang harus dilanjutkan, penggapaian rencana yang pertama ini bukanlah segalanya, aku harus menempuh rencana yang selanjutnya..yaitu rencana yang sering aku lontarkan lewat petanyaan-pertanyaan pada diri sendiri "untuk apa aku kuliah jauh-jauh kesini? apa yang akan aku bawa untuk oleh-oleh bagi orang2 yang merindukanku?" pertanyaan-pertanyaan inilah yang sering mengahantuiku dalam segala aktipitasku disini, tapi aku sadar bahwa pertanyaan-pertayaan itu bukan hantu yang selalu menakut-nakuti aktipitasku disini, itu hanyalah nasihat yang paling berharga, yang harus selalu aku ingat disetiap saat. wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8685104-110695651987730128?l=pianmesir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pianmesir.blogspot.com/feeds/110695651987730128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8685104&amp;postID=110695651987730128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/110695651987730128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/110695651987730128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pianmesir.blogspot.com/2005/01/aku-dan-mesir.html' title='Aku Dan Mesir'/><author><name>Pian Sopian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16782940292070443290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8685104.post-110124748502668957</id><published>2004-11-23T13:50:00.000-08:00</published><updated>2005-08-25T21:23:18.556-07:00</updated><title type='text'>Lebaranku di Mesir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Lebaran Sekarang Aku Hanya Titip Salam" Begitulah kira-kira lirik lagu yang di lantunkan oleh "Projek-P" dalam mengingat kan kita ketika sedang merayakan lebaran jauh dari orang yang kita cintai, merayakan lebaran berada di daerah atau negara orang.Gema takbir yang biasa terdengar ketika malamam lebaran, sudah menjadi idiom penduduk Asia, wal-khusus Indonesia.lantunan takbir tahlil dan tahmid dimalamam lebaran, memberikan arti yang "luar biasa besar" bagi para pemilik telinga dan hati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika lontaran kata-kata itu terdengar oleh telinga kita, rasa bangga, haru, sedih, bersatu dalam hati kita. Terkadang hati merespon kesemua parasan itu dengan kabahagiaan yang tak terhingga,terkadang hati meresponya dengan biasa-biasa, tapi terkadang juga hati meresponnya dengan kesedihan yang luar biasa, apapun respon kita, sedihkan? atau bahagiakah kita menyikapi lantunan gema takbir itu?, hati kita tetep bergetar dibuatnya, malah...ketika kesedihan atau kabahagiaan itu memuncak mata yang kita miliki tidak akan banyak kata dan tidak banyak bicara pada anggota tubuh yang lainnya, simata langsung secara otomatis dan tanpa terencana sebelumnya mengeluarkan tetesan airnya.&lt;br /&gt;Tapi beda halnya dengan disini..., tidak ada satupun mesjid yang mengumandangkan takbiran dimalaman lebaran sebagaimana idiom bangsa kita.Makaya saya selalu mengumpamakan bahwa nuansa "hari lebaran di Mesir ini tidak ada bedanya dengan nuansa hari Jum'at di tanah air"Pada malam takbiran...,setiap mesjid hanya di sibukan dengan aktipitas "amilin" yang mengurus zakat, di luar itu..gak ada lagi aktifitas yang istimewa sebagaimana yang sering kita lakukan di tanah air.&lt;br /&gt;Adapun bagi kami, para mahasiswa..yang merasa kurang dalam pinansial, sangat memanfaatkan dan menunggu-nunggu datangnya malam lebaran itu, malam lebaran yang oleh penduduk setempat di sikapi dengan biasa-biasa, tapi bagi kami, sebagian para mahasiswa menghadapinya dengan luar biasa (gak biasa-biasa).&lt;br /&gt;"GERILYA" yang kami pakai untuk istilah ini, dimana dalam satu malam ada satu gerakan yang harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan sabar, yaitu..gerakan mendatangi mesjid-mesjid yang ada di kairo, sejauh manapun mesjid itu, kalau memang menjanjikan akan mengeluarkan zakat yang besar..maka tidak akan banyak berpikir, langsung mesjid itu akan di datanginya. malahan tidak hanya mesjid saja yang memberikan zakat pada kita, banyak "agniya (orang-orang kaya) disini, yang memberikan zakatnya langsung oleh tanganya sendiri pada mustahik (penerima zakat). Dan mahasiswa disini termasuk salah satu mustahik, yang berhak mendapat pembagian zakat. nah mungkin bagi kami...malam lebaran ini adalah malam terakhir mendapatkan rizki yang tak terduga, karena...kedermawanan para agniya disini berpuncak pada bulan ramadhan, dan malam lebaran adalah malam mengeluarkan zakat yang sudah diwajibkan oleh ajaran kita setiap harta kekayaan yang kita miliki wajib dikeluarkan zakatnya pada orang-orang yang berhak menerimanya.Nah itu mungkin aktifitas sebagian dari kami dalam mengisi malam takbiran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terus...ketika matahari mulai terbit, setelah kita malaksanakan shalat shubuh, semua bersiap-siap untuk melaksanakan shalat sunat iedul fitri, sungguh fantastik, ketika melaksanakan shalat sunat iedul fitri disini,yang mana semua orang dari semua golongan datang berbondong-bondong ketempat shalat yang mereka inginkan tuk melaksanakan shalat sunat ied.Tapi sayang....jubelan orang yang banyak itu, tidak seasyik dan se meriah di tanah air, para hadirin yang datang untuk melaksanakan shalat sunat ied itu, tidak sedikit dari mereka setelah melaksanakan shalat ied ketika khatib berkhutbah mereka pulang kembali kerumah masing- masing, ya...inilah salah satu budaya disini, yang mana sebagian orang mengangap tidak penting duduk untuk mendengarkan khutbat ied. terlepas dri bagaimana hukum itu semua, pokonya tidak sedikit penduduk disini yang tidak mengikuti khutbah ied, mereka langsung pulang kerumanya, sebelum khutbah ied selesai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selesai melaksanakan shalat ied...tidak ada istilah kunjung mengunjungi antara satu keluarga pada keluarga lain, atau tukar makanan sebagai pelantara untuk menjalin silaturahmi. hal ini tidak saya dapati disini, makanya tidak sedikit diantara kami yang menghabiskan siang 1 syawal itu dengan tidur, dan itu dilakukan tanpa ada penyesalan. Beda halnya dengan keadaan di tanah air, kita akan menyesal(hati gak menentu) kalau siang dihari lebaran dihabiskan dengan tidur. (baca; diri).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun demikian, penduduk setempat menyikapi hari lebaran dengan cara begitu, kami warga Indonesia yang ada disini,kurang lebih 4000 orang, mulai dari mahasiswa, diplomat RI, sampai pada TKW, biasanya dalam hari raya ini mereka disatukan untuk memeriahkan lebaran bersama, pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) tiap tahunya selalu mengadakan shalat ied bersama yang otomatis peserta dan bahasanya juga Indonesia, dan di area KBRI inilah kami bisa merayakan suasana lebaran sebagaimana ditanah air. kenapa tidak...? semua peserta adalah warga indonesia, dan budaya yang dipakai juga adalah budaya Indonesia.Selepas melaksanakan ritual ibadah shalat sunat ied, para peserta langsung "mushafahah" (bersalam-salaman) yang diikuti dengan berpelukan sambil beradu pipi (he he..ingat..! bukan homo lho :P). Dan disaat acara salaman itu berlangsung, hidangan makan lebaran pun sudah siap untuk di nikmati..disinilah kita bisa menikmati makanan sepuasnya, kita bisa makan sebanyak kapasitas perut. Pokoke..."sepuasnya".Teras....Dari tempat saya tinggal ke tempat KBRI ini berjarak kuarang lebih 20 km. KBRI bertempat di kairo (ibu kota Mesir) dan semua orang indonesia yang berada di daerah luar Kairo pun di undang untuk menghadiri acara shalat ied bersama. Untuk kelancaran trnsportasi, biasanya pihak KBRI telah meng-handle mobil untuk kelanaran kita menuju tempat itu.&lt;br /&gt;Acara inilah mungkin yang menjadi penghibur hati, ketika saya merayakan lebaran di negara yang beda cuaca, budaya, bahasa dll.saya bisa menikmati sebagian nuansa lebaran tanah air dinegri kinanah ini.Disini juga saya bisa meraskan makna "persatuan Indonesi" yang mana dari berbagai suku bangsa,bahasa dan watak yang ada di Indonesia, kami di satukan dalam acara ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shobat..mungkin hanya itu yang bisa saya gambarkan tentang pengalaman lebaran saya disini."semoga bermanfaat" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8685104-110124748502668957?l=pianmesir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pianmesir.blogspot.com/feeds/110124748502668957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8685104&amp;postID=110124748502668957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/110124748502668957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/110124748502668957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pianmesir.blogspot.com/2004/11/lebaranku-di-mesir.html' title='Lebaranku di Mesir'/><author><name>Pian Sopian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16782940292070443290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8685104.post-109849352090497303</id><published>2004-10-22T17:35:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T21:28:18.073-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Persi Mesir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Ramadhan karim.....Allahu akram.." itulah kalimat yang sering di gunakan oleh warga setempat (mesir) ketika tiba bulan suci Ramadan, kalimat ini di ucapkan sebagai bukti kebahagian dan penghormatan mereka pada bulan suci ramadhan.Sungguh sangat familier kalimat ini kami dengar. ketika ada seseorng mengatakan pada shahabatnya.."Ramadhan karim..., maka dengan sepontan sahabatnya itu mengatakan ." Allahu akram" (Allah paling mulia). emang begitulah salah satu kebiasaan baik orang sini, ketika mendapat pujian pada dirinya, pasti dengan spontan pujian itu di kembalikan pada allah (sang pemilik segala pujian). Conto lain...ketika saya mengatakan pada mereka.."kamu kaya" mereka pasti mengatakan " allahu agniya" (allah yang maha kaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok...sekarang mah jangan terlalu panjang ngebahas itu, kita sekarang bahas tentang ramadhan di negri kinanah (mesir) ini otreh.&lt;br /&gt;ok kita mulai dari awal......dari mulai &lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;strong&gt;makan sahur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.Kebiasaan penduduk setempat melaksanakan makan sahur itu biasanya dilaksanakan lebih awal pelaksanaannya dibanding sahur yang biasa kita lakukan, tapi...bagi para MASIKO (mahasiswa Indonesia kairo) mereka tidak terpengaruh..walaupun penduduk setempat biasa makan sahur lebih awal, tapi mereka biasa melaksanakanya seperti halnya mahasiswa, dalam artian, menjelang sedikit lagi ke waktu adzan baru maidah shaur bisa di nikmati. he he he.&lt;br /&gt;Untuk menu...biasanya penduduk setempat jarang menikmati makan sahur dengan nasi, tapi mereka makan sahurnya cukup dengan 'is dan fuul di tambah jumnah (&lt;span style="color:#009900;"&gt;'is&lt;/span&gt; = makanan pokok mesir yg terbuat dari gandum seperti roti dan bentuknya kaya piring, &lt;span style="color:#009900;"&gt;fuul &lt;/span&gt;= makanan yang terbuat dari kacang bentuknya seperti sayur kacang yang sudah basi dan hanya biasa dimakan bersamaan dengan 'is, sedangkan &lt;span style="color:#009900;"&gt;jumnah&lt;/span&gt; adalah susu yang di bekukan), nah begitulah kebiasaan makan sahur orang mesir, setiap satu suap yang dimakan oleh mereka terdiri dari satu helai sobekan 'is yang dicampur dengan fuul dan jumnah, biasanya satu orang itu mengahabiskan 2 atau 3 'is setiap kali makanya.&lt;br /&gt;Adapun bagi para MASIKO, mereka biasa makan sahur sebagai mana budaya makan sahur kita, orang yang terjadwal masak, terpaksa harus bangun lebih awal dibanding yang lainya, nah disinilah kami (teman satu rumah) bisa merasakan miniatur keluarga, yang mana tiap individu bisa merasakan status sebagi anggota keluarga, ketika terjadwal masak saya merasa bersetatus sebagai ibu, yang mana harus berusaha bangun di malam hari ketika orang lain masih bisa menikmati enaknya tidur pada waktu "janari". Terus ketika ada perkakas rumah yang rusak, disanalah saya seoalah-olah berperan sebagai bapak, yang harus bertanggung jawab atas kerusakan atau kekurangan perkakas rumah, dan juga...ada kalanya saya berperan sebagai anak, yang tidak tahu menau pekerjaan-pekerjaan yang harus di kerjakan oleh penghuni rumah, keadaan ini (seperti anak-anak) dapat dirasakan ketika saya tidak terjadwal apapun...pokonya enak...tinggal santai.&lt;br /&gt;Adapun menu yang di masak...tidak jauh beda dengan menu sahur ketika di indonesia, dalam artian bagi rumah yang di huni oleh temen-temen yang punya uang pada tebel-tebel, mungkin menu dengan menggunakan daging (dan kawan-kawanya) itu sudah tidak asing lagi..tapi bagi rumah yang di huni oleh temen2 yang keuangannya biasa-biasa...mungkin menu nya juga biasa-biasa..karena pada akhirnya emang kembali pada uang.... Uang lah yang menyederhanakan dan mengistimewakan makan sahur kita...he he he..&lt;br /&gt;Nah...sekarang suasa waktu sahur,Ketika waktu sahur...tidak se indah dan se ramai di indonesia, tidak ada yang namanya pemutaran kaset muratal (ngaji) di mesjid, apalagi pemutakan kaset nasid atau semacamnya, yang ada hanya sunyi sepi, mungkin suasana sahur ini hanya bisa diramaikan dengan obrolan serumah sambil mendengarkan ngaji / nasid yang keluar dari tipe atau dari winamp (komputer) untuk menunggu datangnya waktu shalat shubuh.&lt;br /&gt;Selesailah makan shaur, otomatis datang waktu melaksanakan shalat subuh, tapi..sebagimana manusia pada umumnya yang mempunyai sipat males, suka salah, dan sipat2 jelek yang lainya, tidaklah semua MASIKO, setelah melaksanakan ibadah sahur itu bisa melaksanakan shalat subuh di mesjid, ketika iman sadang kuat..maka masjidlah sasaran utama untuk melaksanakan shalat subuh, tapi ketika iman sedang turun...maka cukup lah rumah sebagai tempat melepaskan kewajiban shalat subuh itu.&lt;br /&gt;nah terus untuk masalah shalat subuh di bulan ramadhan...mungkin ini cuman analisa saya aja..saya tidak merasakan suasana yang istimewa ketika melaksanakan shalat subuh di mesjid (di mesir), beda halnya ketika melaksanakan shalat subuh (waktu ramadhan) ketika di indonesia, suasana ramai..asyik, dan mungkin indah dapat saya rasakan ketika setelah makan sahur terus keluar menuju ke mesjid..yang mana sipat "remajaku" waktu dulu yang lebih berperan, bertemu dengan teman karib di mesjid sudah termasuk salah satu tujuan saya melaksanakan shalat berjamaah di mesjid, memperhatikan dan ingin di perhatikan oleh teman yang pakai jilbab mungkin termasuk bumbu yang bisa melejatkan suasana shalat di masjid, he he he.Tapi kalau disini sebaliknya...suasana shalat subuh di bulan ramadhan tidak ada bedanya dengan shalat subuh di bulan-bulan lain...jumlah jama'ah masjid tetep segitu-segitu juga...dalam artian emang di luar ramadhan juga jama'ah masjid tetep banyak, dan tidak ada istilah..para kaum hawa melaksanakan shalat di belakang laki-laki yang di batasi dengan hijab/penghalang seadanya...jadi semua isi mesjid ketika mengadakan shalat itu..semua jama'ahnya adalah laki-laki, tapi ada juga para perempuan yang melaksanakan shalat berjama'ah di masjid, tapi tempatnya itu di atas (ruangan yang berbeda) dan itu sudah mutlak tempat khusus perempuan, di bulan ramadhan ataupun di luar bulan ramadhan tetep tempat itu untuk para perempuan yang mau melaksanakan shalat berjama'ah di mesjid, tidak di perbolehkan para laki2 untuk memasukinya.&lt;br /&gt;Terus keanehanku yang satu lagi..ketika melaksanakan shalat subuh di masjid ini...tidak adanya pengajian subuh yang di adakan oleh DKM mesjid, jadi jama'ah yang banyak itu...setelah melaksanakan shalat subuh, kebanyakan dari mereka pada kembali lagi kerumahnya masing2, dan saya tidak tahu apa yang dilakukan penduduk setempat ketika selesai melaksanakan shalat subuh, wallahu a'lam.jadi..setiap selesai melaksankan shalat berjamaah itu, semua jama'ah di biarkan mengerjakan amalan nya masing-masing, sebagian ada yang membaca al-qur'an ada juga yang menghapalnya, juga sebagian ada yang membaca diktat kuliah (karena biasanya ketika bulan ramadhan, biasanya di kuliah mendekati pada waktu ujian), tapi di samping itu...saya tidak bisa menapikan ada juga satu halaqah (riungan kecil) para orang mesir (tua) yang membaca qur'an berbarengan, dengan cara masing-masing bergiliran membaca al-quran, dan yang lainya mendengarkan sambil mengoreksi kesalahan yang di lakukan oleh yang membaca. dan biasanya dalam halaqah itu ada satu orang yang mereka anggap udah mahir dalam tata cara membaca al-qur'an.&lt;br /&gt;Nah begitulah keadaan/suasana sahur dan shalat subuh di bulan ramadan di negri kinanah ini.&lt;br /&gt;Setelah selesai aktifitas subuh..maka sekarang menceritakan aktifitas pagi....pagi disini biasanya di isi dengan aktipitas di bawah selimut, apalagi kalau sedang musim dingin (seperti halnya sekarang) aktipitas ini makin di gemari aja sama semua orang yang ada disini. Terus untuk memulai aktifitas yang lain..biasanya di mesir ini memulai segala aktifitasnya jam 9 atau 10 pagi, jadi di bawah waktu itu biasanya digunakan dengan aktifitas di rumah saja dengan berbagai macam aktipitas masing-masing, and salah satunya aktifitas di bawah selimut tadi.&lt;br /&gt;Trus...untuk waktu pagi sampai sore..kayaknya tidak ada yang perlu di ceritakan deh...soalnya kegiatan yang dilakukan nya sama aja dengan kegiatan pagi sampai sore pada selain ramadhan.&lt;br /&gt;Ok sekarang kita loncat aja langsung ke &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;&lt;strong&gt;maghrib&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;...,&lt;br /&gt;lima atau sepuluh menit lagi menjelang adzan maghrib, biasanya masjid2 sudah di penuhi oleh orang2 yang mau melaksanakan buka bersama, juga untuk buka bersama ini..tidak hanya dilaksankana di mesjid, ada juga orang-orang kaya mesir (agnia) yang menyediakan santapan untuk buka bersama yang di adakan di halaman rumahnya masing-masing...dan ada juga yang di laksanakannya itu di pinggir2 jalan, pokonya,,kalau untuk berbuka..di sini itu tidak susah..kita tinggal cari aja ruangan yang di tutup oleh kain (ciri khas mesir) sudah pasti ruangan itu adalah tempat berbuka shaum.&lt;br /&gt;menu yang di sediakan tidak terlepas dari yang namanya daging, baik itu daging ayam atau daging sapi, tapi kalau daging onta mah tidak ada, soalanya mahal juga disini daging onta he he he. Trus untuk maidah (hidangan) yang di sediakan di mesjid-mesjid, para jama'ah bisa menikmati hidangan itu setelah melaksanakan shalat maghrib adapaun Ifthar (buka puasa) biasanya hanya dengan memakan buah kurma (bilangan tak terbilang, tergantung keinginan kita mau makan berapa biji ,terserah").nah...setelah shalat magrib selesai..baru para jama'ah menuju "maidah" yang telah di sediakan, disanalah semua "shaaimin" makan bersama, setelah seharian melaksanakan ibadah shaum.&lt;br /&gt;Adapun maidah-maidah yang di sediakan oleh agnia (orang kaya) mesir, biasanya makan di dahulukan baru setelah selesai makan para shaaimin bubaran pergi kemesjid yang terdekat atau ada juga yang pergi kerumahnya masing2 untuk melaksanakan ibadah shalat maghrib.&lt;br /&gt;Ya...beginilah kira-kira suasana buka bersama di negri kinanah ini, bagi saya yang biasa hidup dengan budaya ramadhan di indonesia, saya bisa merasakan benar-benar bulan ramadhan ini terasa sekali bulan penuh barakahnya, dimana makanan-makanan gratisan banyak terdapat di tempat-tempat yang telah di tentukan, bahkan tidak hanya di tempat2 itu saya dapat menikmati makanan gratis ,ada juga para "agnia" mesir yang sampai memberikan / mengantarkannya ke rumah, hal ini hanya untuk memberikan pada kami ( yang notabene sedang menuntut ilmu) sebagai makanan untuk kesejahteraan di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Buka bersama sudah...sekarang tinggal saatnya menunggu shalat taraweh..oia, suasana dalam jeda waktu antara ifthar/buka puasa dan shalat tarawih berbeda sekali..aktifits yang di lakukan antara di indonesia dengan di Mesir, suasana jajan bakwan atau baso, atau kerupuk anclom, itu semua hanya bisa saya nikmati di Indonesia saja, sedangkan di sini...ya...saya cuman bisa menikmati makanan-makanan yang ada di rumah saja, gak ada istilah pedagang bulanan, yang keberadaanya itu hanya di bulan ramadhan saja. makanya saya sempat berpikir...kalau lah anak-anak kecil di Indonesia hidup seperti budaya di sini..kayaknya mereka tidak akan betah untuk hidup di dunia ini. he he he..ya gimana mau betah?, wong tiap hari kerjanya jajan, sedangkan disini tidak ada budaya yang begituan.he he he&lt;br /&gt;Jadi..pemanfaatan waktu antara buka bersama dengan shalat taraweh itu mungkin hanya di isi dengan ngobrol ringan sambil menikmati makanan-makan yang ada di rumah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok sekarang tiba saatnya pada pembahasan yang terakhir untuk kali ini, yaitu tentang shalat &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;&lt;strong&gt;tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;...Hampir semua ulama Mesir sepakat, bahwasanya pelaksanaan shalat tarawih itu 11 rakaat, hampir semua mesjid yang ada disni mengerjakan shalat tarawihnya dengan 11 rakaat, tapi ada juga satu/dua mesjid yang mengerjakan 23 rakaat. Tapi jangan salah... walaupun disini dalam shalat tarawih hanya 11 rakaat, tapi waktu yang di gunakan, lamanya 3 kali lipat shalat 23 rakaat yang biasa di lakukan di indonesia. emang sesuai sekali dengan arti tarawih itu sendiri, yaitu "shalat santai".&lt;br /&gt;Disini itu sungguh sangat santai dalam pelaksanaan tarawihnya, tiap masjid biasa menargetkan dalam satu kali tarawih itu menamatkan satu juz,jadi begitu tamat ramadhan sempurnalah satu mesjid itu bisa menamatkan satu al-qur'an (dalam bacaan shalat tarawih saja),malah ada mesjid yang menargetnya itu dua juz, dan itu bisanya satu juz lagi dilakukan dalam shalat qiyamulail (tahajuz) jadi ketika tarawih menamatkan satu juz,dan ketika melaksanakan tahajuz menamatkan satu juz lagi, emang beginililah budaya tarawih di mesir, walapun pada kenyataanya pelaksanaan tarawih dan tahajuz dalam satu malam itu masih bersifat "ikhtilaf (perbedaan pendapat antara para ulama) antara membolehkan dan membid'ahkan. tapi ulama disini kebanyakan sepakat bahwasanya shalat tahajud setelah melaksanakan taraweh itu boleh,dengan syarat dalam pelaksanaan shalat tarawehnya jangan di ikuti dengan witir, dan nanti witirnya dilaksanakan di shalat tahajuz. dan pendapat ini yang di pegang oleh kebanyakan muslimin disini, tapi ada juga yang hanya melaksanakan shalat tarawih saja tanpa di ikuti dengan shalat tahajuz pada tengah malam nya.&lt;br /&gt;Sungguh bagi kami..khusnya saya, dalam mengikuti shalat tarawih di Mesir ini harus mempersiapkan kaki dan hati yang kuat, karena disamping bacaanya yang panjang, juga di lantunkan dengan suara yang "tartil" nyantai. dalam satu kali salam saja (dua rakaat), biasanya menghabiskan waktu rata-rata 20 menit, dan biasanya setelah 4 rakaat, selalu diselangi dengan ceramah, yang bertujuan sebagai "siraman rohai" dan sebagai waktu untuk istirahat dulu, supaya bisa pit lagi dalam menghadapi rakaat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah mungkin hanya itu dulu kenang-kenangan dari saya, terima kasih antum telah membacanya, mudah-mudahan antum sekarng bisa punya gambaran "bagai mana saya menghadapi ramadhan di sini" tulisan ini referennya hanya dari hasil pengalaman saya yang sudah 3 kali berturut-turut menjalani bulan ramdhan di mesir. mungkin saja dalam pemaparanya ada yang beda dengan hasil pengalaman teman yang lain, tapi insya allah..inilah hasil pengalaman saya yang saya coba ceritakan lewat tulisan.wallahu a'lam. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8685104-109849352090497303?l=pianmesir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pianmesir.blogspot.com/feeds/109849352090497303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8685104&amp;postID=109849352090497303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/109849352090497303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/109849352090497303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pianmesir.blogspot.com/2004/10/ramadhan-persi-mesir.html' title='Ramadhan Persi Mesir'/><author><name>Pian Sopian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16782940292070443290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8685104.post-109756233365985848</id><published>2004-10-11T23:21:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T21:44:00.056-07:00</updated><title type='text'>Darah perawan gadis mesir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Oleh : mang Eded (Dede Permana S.Ag,)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;*Serba-Serbi Mesir*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percayakah Anda, bahwa saya pernah menyaksikan darah perawan seorang gadis Mesir di malam pengantinnya? Percayakah Anda, bahwa darah itu masih segar, dan saya saksikan hanya beberapa menit setelah ia menetes dari 'sumbernya'? Satu lagi, percayakah Anda, bahwa ternyata darah keperawanan seorang gadis Mesir itu dicipratkan ke sehelai kain putih, lalu dipamerkan keliling khayalak ramai di malam pesta perkawinan dengan penuh kebanggaan? Barangkali, pembaca takkan percaya jika belum menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Saya juga baru yakin dengan haqul yakin, bukan lagi 'ilmal yaqin, setelah sebuah pesta perkawinan yang berlangsung di lapangan halaman depan apartemenku berakhir, kemaren lalu.&lt;br /&gt;Pola hidup sederhana, rupanya diterapkan oleh orang Mesir dalam hampir semua sisi kehidupan. Termasuk dalam pesta perkawinan. Sering saya menyaksikan malam pesta mereka, hanya digelar di sebuah halaman sempit, dihiasi lampu warna-warni, puluhan kursi yang berhadapan, dan tanpa hidangan makanan. Pengantin duduk di kursi dalam posisi agak tinggi, sementara, sehelai tirai beraneka warna menjadi hiasan latar di bagian belakangnya. Tentu saja, persiapannya pun amat singkat, hanya beberapa menit sebelum acara dimulai, serta tidak melibatkan orang banyak.&lt;br /&gt;Ada satu hal yang selalu menjadi ciri khas. Yakni iringan musik Arab dengan sound system besar, suaranya amat memekakkan telinga. Biar pesta tanpa makan parasmanan, atau sekedar minuman ringan, dalam hal musik dan sound system, mereka tak kalah dari acara pesta Agustusan di tanah air. Lagu-lagu popular Arab berirama remix alias disco yan menggema ke seluruh penjuru kampung, akan menjadi isyarat adanya pesta kawinan. Selama musim panas tahun ini, setidaknya seminggu sekali, saya menyaksikan pesta semacam itu, di lapangan depan apartemenku. Begitu juga pada malam kemaren itu. Bersama kawan serumah, saya nongkrong di jendela kamar yang sengaja dibuka lebar. Usai shalat Isya, beberapa orang panitia nampak membereskan kursi, memasang lampu, serta sound system. Tak sampai setengah jam kemudian, irama lagu Arab terdengar menggelegar. Orang-orang mulai berkumpul, pengantin pun segera tiba. Tidak ada acara resmi, meski sekedar sambutan pihak keluarga atau lantunan ayat Al Quran. Tetapi, acara dimulai dengan irama shalawat dan bacaan Asmaul Husna, itupun dari tape recorder. Saat lagu Asmaul Husna berkumandang, suasana berubah tenang, dan semua orang terdiam. Khusyu. Kemudian, acara dilanjutkan dengan akad nikah. Kedua mempelai, wali, saksi dan penghulu, nampak duduk berhadapan. Di belakangnya, puluhan orang berjejal berdiri. Akad nikah juga tidak lama, tanpa acara lain semisal bacaan ta'lik talak, ceramah khutbah nikah dari penghulu, atau makan bersama, lalu pengantin rebutan bakakak (ayam bakar), sebagaimana dalam tradisi Sunda. Usai akad, musik kembali menyalak, semua orang, tua muda, pria-wanita, tiba-tiba melantai, berjoged ria. Suara zagrudah (lengkingan khas wanita Arab, dengan permainan lidah, diakhiri dengan jeritan kecil, biasa dibunyikan sebagai tanda suka-ria), bersahutan dari sana-sini. Nah, acara inilah yang selalu jadi pusat perhatian saya, juga kawan-kawan lain. Goyangan pinggul nan erotis para gadis Mesir yang bahenol itu, seolah menjadi acara inti yang selalu dinanti. Saya sering kagum pada mereka, orang-orang Mesir itu. Hampir semua yang hadir, berdiri, bergoyang. Atau setidaknya ikut bertepuk tangan, sembari meliuk-liukkan badan dan kaki. Tarian erotik seorang wanita depan keramaian pesta, bukanlah sesuatu yang dianggap aib, atau sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, ia adalah symbol budaya yang dilembagakan, dan tentu saja amat dibanggakan. Dalam pesta itu, sekelompok anak muda berdiri berpegangan, membentuk lingkaran besar, sementara di tengah-tengah, sang gadis penari, asyik bergoyang. Pengantin juga biasanya digusur untuk ikut menari bersama dalam lingkaran itu. Nah, dalam pesta-pesta seperti inilah, tari perut khas Mesir, yang dimainkan oleh seorang wanita cantik berpakaian minim bin ketat, dengan bagian perut terbuka, biasanya digelar. Menjelang tengah malam, pengantin mulai masuk rumah. Acara musik suka ria, terus berlanjut. Saya dan kawan-kawan tak beranjak dari jendela kamar. Kebetulan, apartemen yang kami sewa, berada di lantai dasar, sehingga dalam jarak kurang 5 meter, kami bisa menyaksikan tarian-tarian itu. Hiburan gratis seperti ini khan lumayan juga, bisa menjadi penawar duka kala hati merana. Jendela-jendela apartemen tetangga malam itu, juga dipadati penghuninya, untuk sekedar nonton tari perut, atau tarian biasa para gadis manis. Pembaca, di tengah hingar bingar irama musik, dalam keasyikan mereka berjoged ria, tiba-tiba sekelompok wanita menyeruak masuk ke dalam keramaian. Saya juga tersentak kaget. Mereka mengibar-ngibarkan dua helai kain putih seukuran handuk kecil kira-kira, ditengahnya terdapat bercak-bercak merah. Sekilas mirip bendera Jepang. Mereka berjalan mengitari kerumunan pesta. Sebagian nampak bersorak kegirangan. Lagi-lagi, irama zagrudah pun terdengar. "Warna merah di kain itu, adalah darah perawannya", kata seorang kawan serumah. Saya kaget. Dalam tradisi Mesir, tetesan darah perawan di malam pertama, adalah sesuatu yang dinanti dan harus ada. Uniknya, yang pertama kali menyaksikan tetesan darah itu keluar dari sumbernya, konon, bukanlah sang suami, tetapi, salah seorang wanita dari keluarga gadis pengantin. Jadi, usai akad nikah, pengantin wanita masuk kamar, bersama seorang famili wanitanya, yang membawa beberapa helai kain putih. Entah bagaimana caranya, hehehehe..pokoknya, darah perawan itu harus menetes ke kain itu. Lalu, dari dalam kamar, sang famili wanita, melemparkan kain itu ke luar lewat jendela kamar yang terbuka. Nah, di luar sana, sekelompok wanita lain telah menanti, untuk segera menyambut kain berhiaskan darah. Lalu, kain itu dibawa dan dipamerkan ke khayalak ramai di lapangan pesta tadi. Masih dalam tradisi mereka, dengan darah itu, semua harus tahu bahwa pengantin itu memang benar-benar masih perawan ting-ting. Kain itu disambut dengan suka cita. Gema sorak sorai dan nyanyian, dari mulut orang-orang yang sedang bergoyang, seolah menunjukkan kebanggaan tertentu. Saat saya menyaksikan ungkapan bahagia mereka di pesta pada malam itu, sejenak saya termenung. Bukan hanya karena kagum pada orang Mesir yang begitu ketat dan vulgar dalam masalah kegadisan, atau karena shock memandangi kain yang mirip bendera Jepang itu. Yang ada di pikiranku kala itu adalah sebuah pertanyaan kecil, mana yang pertama kali dilakukan mempelai pria Mesir itu saat masuk kamar pengantin. Membersihkan tetesan darah yang keluar tadi lebih dahulu, atau malah memproduksi darah baru dengan caranya sendiri. Wallahu &lt;em&gt;A'lam .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pinggiran Nil, Senin dinihari 22 September 2003&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8685104-109756233365985848?l=pianmesir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pianmesir.blogspot.com/feeds/109756233365985848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8685104&amp;postID=109756233365985848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/109756233365985848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8685104/posts/default/109756233365985848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pianmesir.blogspot.com/2004/10/darah-perawan-gadis-mesir_109756233365985848.html' title='Darah perawan gadis mesir'/><author><name>Pian Sopian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16782940292070443290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
